Nama:ali fuddin
Nim:12001129
Deskripsi Biografi :ust Yusuf Mansur
Ustadz Yusuf Mansur dikenal sebagai pimpinan Pondok
Pesantren Daarul Quran Bulak Santri, Cipondoh, Tangerang dan pimpinan pengajian
Wisata Hati. Ustadz kelahiran Jakarta, 19 Desember 1976,Ustadz Yusuf lahir dari
keluarga Betawi yang berkecukupan pasangan Abdurrahman Mimbar dan
Humrif’ah.beliau pun Lulusan terbaik Madrasah Aliyah Negeri 1 Grogol, Jakarta
Barat, tahun 1992.beliau pernah kuliah di jurusan Informatika namun berhenti
tengah jalan karena lebih suka balapan motor.
Pada tahun 1996, dia terjun di bisnis Informatika. Sayang
bisnisnya malah menyebabkan ia terlilit utang yang jumlahnya sangat
besar,setelah gagal Ustadz Yusuf kembali mencoba berbisnis tapi kembali gagal
dan terlilit utang lagi. Cara hidup yang keliru membawa Ustadz Yusuf kembali
masuk bui pada 1998.Saat di penjara itulah, Ustadz Yusuf menemukan hikmah
tentang shodaqoh. Selepas dari penjara, Ustadz Yusuf berjualan es di terminal
Kali Deres. Berkat keikhlasan sedekah pula, akhirnya bisnis Ustadz Yusuf
berkembang. Tak lagi berjualan dengan termos, tapi memakai gerobak, Ia juga
mulai punya anak buah.
Hidup Ustadz Yusuf mulai berubah saat Polisi yang
memperkenalkannya dengan LSM. Selama kerja di LSM itulah, Ustadz Yusuf membuat
buku Wisata Hati Mencari Tuhan Yang Hilang. Buku yang terinspirasi oleh
pengalamannya di penjara saat rindu dengan orang tua. Tak dinyana, buku itu
mendapat sambutan yang luar biasa. Beranda
Profil Biografi Ustadz Yusuf
Mansur – Menemukan Hidayah Di Dalam Penjara, Nama Ustadz Yusuf Mansur mungkin
sudah tidak asing lagi ditelinga pembaca. Beliau dikenal sebagai uztadz yang
kerap memberikan ceramah-ceramah yang mengajarkan mengenai betapa pentingnya
sedekah dan manfaatnya. Mengenai biografi dan profil Ustadz Yusuf Mansur
sendiri, beliau lahir pada tanggal 19 desember 1976 di Jakarta. Beliau lahir
dari keluarga keturunan Betawi. Ayahnya bernama Abdurrahman Mimbar dan ibunya
bernama Humrifiah. Lahir dari keluarga yang berkecukupan membuat ia sangat
disayang dan manja oleh orang tuanya. Ia merupakan anak sulung da memiliki tiga
orang saudara.Yusuf Mansur diketahui sewaktu kecil merupakan anak yang cerdas,
orang tuanya ingin agar Yusuf Mansur bisa menjadi anak yang bertakwa dan paham
akan agama yang membuat mereka kemudian menyekolahkannya di Madrasah Ibtidaiyah
Chairiyah Mansuriyah Jembatan Lima yang berada di wilayah Tambora, Jakarta
Barat. Disini sejak kelas empat, Yusuf Mansur kecil sering naik ke mimbar untuk
berpidato pada acara sekolah yang diadakan setiap menjelang Ramadhan.
Tamat dari Madrasah Ibtidaiyah, Yusuf Mansur kemudian masuk
di Madrasah Tsanawiyah Chairiyah Mansuriyah. Sekolah ini dikelola oleh keluarga
Yusuf Mansur. Disekolah ini, ia merupakan murid termuda dan juga berhasil tamat
di usia 14 tahun di tahun 1989 dan juga sukses menjadi siswa terbaik di sekolah
tersebut.
Dari Madrasah Tsanawiyah, Yusuf Mansur kemudian masuk di
Madrasah Aliyah negeri 1 Grogol. Lulus sekola, ia kemudian melanjutkan
pendidikannya dengan masuk di perguruan tinggi di IAIN Syarif Hidayatullah
dengan mengambil konsentrasi Syariah di fakultas Hukum pada tahun 1992.
Ustaz Yusuf Mansur dikenal
sebagai salah satu pemuka agama di Indonesia. Melalui dakwahnya, Ustaz Yusuf
Mansur menyampaikan nilai-nilai ajaran Islam kepada kaum Muslimin.Tak hanya
menyampaikan dakwahnya melalui pengajian atau tatap muka. Ustaz Yusuf Mansur
juga menyampaikan dakwah melalui media sosial.Kini, Ustaz Yusuf Mansur telah
sukses dan menjadi salah seorang pemuka agama yang begitu dikenal. Tetapi,
dibalik kesuksesannya, siapa sangka Ustaz Yusuf Mansur pernah berpikiran ingin
bunuh
"Yang
makin membuat saya dengan izin Allah SWT rasanya susah, yang makin membuat saya
menjadi bungkuk karena saya adalah buyut dari seorang kiayi besar di Jakarta
yang namanya di pakai menjadi nama jalan yang membentang dari mulai Roxy di
Jakarta,Grogol sampai Stasiun Kota. Justru dengan predikat itulah saya tambah
lagi menjadi nyeseknya," ungkap Ustad Yusuf Mansur.
Namun
justru dibalik penderitaan dan kesulitan hidup itulah ia berlahan-lahan
bangkit. Di balik terali penjara ia kembali mengenal ajaran Islam dan
menekuninya.
Dia
berdoa kepada Allah SWT mohon diberikan kemudahan. Sama seperti Nabi Musa
ketika pengikutnya sudah putus asa namun Allah SWT menyelamatkan mereka lewat
tongkat Nabi Musa seizin Allah, Nabi Musa dan pengikutnya bisa menyebrang
lautan yang membelah membuka jalan untuk Nabi Musa dan pengikut sehingga mereka
selamat.
Begitu juga
Ustad Yusuf Mansur, bahkan saat ini dia berhasil mengakusisi perusahaan
internasional. Beranda Profil Biografi Ustadz Yusuf Mansur – Menemukan
Hidayah di dalam penjara.
Yusuf Mansur
diketahui sewaktu kecil merupakan anak yang cerdas, orang tuanya ingin agar
Yusuf Mansur bisa menjadi anak yang bertakwa dan paham akan agama yang membuat
mereka kemudian menyekolahkannya di Madrasah Ibtidaiyah Chairiyah Mansuriyah
Jembatan Lima yang berada di wilayah Tambora, Jakarta Barat. Disini sejak kelas
empat, Yusuf Mansur kecil sering naik ke mimbar untuk berpidato pada acara
sekolah yang diadakan setiap menjelang Ramadhan.
Tamat dari
Madrasah Ibtidaiyah, Yusuf Mansur kemudian masuk di Madrasah Tsanawiyah
Chairiyah Mansuriyah. Sekolah ini dikelola oleh keluarga Yusuf Mansur.
Disekolah ini, ia merupakan murid termuda dan juga berhasil tamat di usia 14
tahun di tahun 1989 dan juga sukses menjadi siswa terbaik di sekolah tersebut.
Dari Madrasah
Tsanawiyah, Yusuf Mansur kemudian masuk di Madrasah Aliyah negeri 1 Grogol.
Lulus sekola, ia kemudian melanjutkan pendidikannya dengan masuk di perguruan
tinggi di IAIN Syarif Hidayatullah dengan mengambil konsentrasi Syariah di
fakultas Hukum pada tahun 1992.
Namun karena
pergaulan diluar, lambat laun kuliah Yusuf Mansur mulai berantakan disebabkan
ia lebih suka ikut balapan motor mengikuti teman-temannya. Ia sering mengikuti
balapan motor di wilayah Jakarta Barat sehingga ia kemudian malas untuk ke
Karena kebiasaannya
tersebut akhirnya ia kemudian berhenti kuliah. Tahun 1996, Yusuf Mansur mencoba
terjun ke dunia bisnis informatika, namun kurangnya pengalaman dalam berbisnis
membuat ia Yusuf mansur ketika itu terjerat banyak hutang. Tak sanggup
membayar, ia kemudian akhirnya masuk penjara selama dua bulan.
Setelah bebas,
Yusuf Mansur kemudian memulai untuk berbisnis lagi namun usahanya kembali
mengalami kegagalan dan akhirnya ia kembali mengalami kebangkrutan dan memiliki
hutang yang banyak. Dan akhirnya ia kembali masuk penjara tahun 1998.
Di penjara
tersebut kemudian menjadi titik balik kehidupan Yusuf Mansur sebagaimana yang
biasa a ceritakan ketika berceramah. Dan Dipenjara ia merasakan kelaparan dan
tidak mendapatkan jatah makanan hanya ada sepotong roti untuk mengganjal rasa
laparnya. Roti tersebut kemudian ia ambil dan pada saat bersamaan, ia juga
melihat beberapa ekor semut sedang mencari makanan.Peristiwa tersebut
menyadarkannya bahwa betapa pentingnya untuk bersedekah.begitu lah kira kira
biografi beliau ini wajib dicontoh dari jatuh bangunnya beliau menjadi pendakwah
sekaligus pengusaha sekian semoga bermaanfaat akirulkalam summassalamualaikum
warahmatullahi wabarakatu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar